Bacaan Doa Saat Tertimpa Musibah Buruk Menurut Ajaran Islam

Kediri, 08 Desember 2023
Musibah merupakan suatu hal yang kerap terjadi pada kehidupan manusia, baik itu muslim maupun non-muslim. Musibah termasuk dalam qada dan qadar Allah SWT oleh sebab itu setiap manusia yang tertimpa musibah buruk haruslah menghadapinya dengan sabar dan ikhlas.

Dalam konteks Islam, musibah yaitu apa saja yang menimpa manusia baik itu musibah yang berwujud kebaikan maupun musibah yang berwujud keburukan (QS. Al-Hadid: 22-23). Salah satu contoh musibah yang berwujud keburukan yaitu seperti yang dialami oleh saudara-saudara kita beberapa waktu belakangan ini, seperti tanah longsor di Tangerang, banjir bandang di Sumatra Utara, dan letusan gunung Marapi di Sumatra Barat yang telah memakan banyak korban.

Pada firman-Nya yang lain, Allah menjelaskan bahwa jika “musibah” yang berupa kebaikan, maka hal itu berasal dari Allah, dan bila “musibah” berupa keburukan yang kemudian disebut dengan bencana, maka karena perbuatan manusia sendiri (QS. An-Nisa: 79).

Berdasarkan penjelasan tersebut, maka Al-Quran telah menguraikan dengan jelas bahwa tidak semua musibah itu hanya berwujud keburukan. Musibah berupa bencana diturunkan atas kelalaian manusia dalam menjaga dan merawat alam itu sendiri. Adapun musibah yang baik dapat berupa kebahagiaan atau pencapaian yang telah didapatkan oleh manusia sebagai karunia yang diberikan oleh Allah.

Doa Ditimpa Musibah Buruk

Adapun ketika umat muslim ditimpa musibah buruk, Rasulullah SAW telah mengajarkan agar mengamalkan doa berikut ini:

Innalillahi Wa Inna Ilaihi Raji’un. Allahumma ajirni fi mushibati wa akhlif li khairan minha.

Artinya: “Sesungguhnya kami adalah milik Allah, dan sungguh hanya kepada-Nya kami akan kembali. Ya Allah, karuniakanlah padaku pahala dalam musibah yang menimpaku dan berilah aku ganti yang lebih baik daripadanya.”

Dalam hadits shahih muslim dijelaskan bahwa barang siapa yang membaca doa tersebut ketika ia tertimpa musibah buruk, niscaya Allah akan memberinya pahala dalam musibahnya dan memberikan ganti yang lebih baik untuknya.

Adapun doa yang umum dan lebih mudah dibacakan ketika tertimpa musibah buruk yaitu :

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un

Artinya : “Sesungguhnya kami adalah milik Allah, dan sesungguhnya hanya kepada-Nya kami akan kembali.” (QS. Al-Baqarah : 156)

Musibah tidak serta merta diturunkan kepada manusia tanpa sebab dan alasan yang jelas, Allah SWT selalu memberikan hikmah disetiap musibah yang diturunkan agar manusia senantiasa bermuhasabah diri. Muhasabah merupakan peninjauan atau koreksi terhadap diri sendiri atas sikap atau kelalaian diri sendiri, sebagai salah satu cara untuk membersihkan atau memperbaiki diri dari kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan, agar kita senantiasa kembali ke fitrah dan tetap berada di jalan yang diridhai Allah SWT.

Allah SWT juga kerap memberikan cobaan kepada hamba-Nya berupa musibah, hal tersebut bertujuan untuk menguji keimanan hamba tersebut, sebagaimana yang tercantum dalam Al-Quran yang artinya “Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan dan kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan, dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar” (QS. Al- Baqarah : 155).